Agenda : 1 Juli 2012, Ahad malam Senin Pahing, Bakti Sosial Menyambut Ramadhan Yayasan Fathul Hidayah dan Pengajian Rutin Selapanan Majelis Ahbaabun Nabi bersama Kyai Nafian Ali Maliki - Karanganyar di Kediaman Ketua Yayasan, Dk. Jengglong, Ds. Waru, Kec. Kebakkramat, Kab. Karanganyar.

Sabtu, 04 Februari 2012

PCNU se- Solo Raya Sepakati Pembinaan Tapal Batas

Solo, NU Online

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se Solo Raya yang terdiri dari PCNU Solo, PCNU Klaten, PCNU Sukoharjo, PCNU Wonogiri, PCNU Karanganyar, PCNU Boyolali dan PCNU Sragen menyepakati pembinaan warga Nahdlatul Ulama atau yang lebih akrab disebut Nahdliyyin di tiap tapal batas. 


Kabupaten-kabupaten di Solo raya masing-masing saling berbatasan, sehingga perlu ada kesepakatan para pengurus cabang di Solo Raya untuk ikut bertanggung jawab membina nahdliyyin yang berada di perbatasan kabupatennya, demikian pengarahan KH Syamsudin Asrofi, wakil ketua PWNU Jawa Tengah pada acara silaturrahim PCNU se-Solo Raya yang berlangsung di gedung PCNU Sragen Jum’at (3/2). 



Jika ada warga NU yang berada di pinggiran kabupaten tidak mendapatkan perhatian dari Pengurus Cabang di Kabupatennya, maka Pengurus Cabang Kabupaten sebelahnya harus ikut bertanggung jawab membina, meskipun itu bukan wilayah teritorialnya. 

Seperti diketahui, bahwa eks Karesidenanan Surakarta atau sekarang yang lebih populer dengan sebutan Solo Raya adalah basis gerakan wahabi di Jawa Tengah, sehingga perlu ada sinergitas pembinaan warga NU di wilayah Solo Raya. Jangan sampai warga NU yang mayoritas tinggal di pinggiran kabupaten  dijarah  oleh kelompok lain, karena jarang mendapatkan perhatian dan pembinaan dari PCNU setempat, lanjutnya. Oleh karenanya daerah tapal batas kabupaten menjadi kewajiban bersama dalam pembinaan warga NU.

Sekretaris Korda PCNU se Solo Raya H Agus Suryo Suripto mengatakan bahwa kesepakatan pembinaan tapal batas ini nanti akan dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU). 

Silaturrahmi yang rutin dilakukan dua bulan sekali juga mengagendakan dialog dengan pengurus Majelis Tafsir Al Qur’an (MTA). Sebagai respon atas keresahan warga NU, PCNU se Solo Raya akan mengajak dialog dengan MTA tentang ajaran mereka yang menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya nahdliyyin, jika mereka tidak berani dialog, maka kita yang akan mendatangi mereka, atau bahasa paling enak didengar ya.. silaturrahimlah, lanjutnya diakhir perbincangan.   http://nu.or.id

2 komentar: