Agenda : 1 Juli 2012, Ahad malam Senin Pahing, Bakti Sosial Menyambut Ramadhan Yayasan Fathul Hidayah dan Pengajian Rutin Selapanan Majelis Ahbaabun Nabi bersama Kyai Nafian Ali Maliki - Karanganyar di Kediaman Ketua Yayasan, Dk. Jengglong, Ds. Waru, Kec. Kebakkramat, Kab. Karanganyar.

Senin, 23 Januari 2012

Tidak Ada Derita Atas Nama Cinta

Alkisah, ada seorang Raja yang sangat kaya raya, dan sangat baik, arif bijaksana sehingga dicintai oleh rakyatnya.
Setiap hari para menteri dan pegawai kerajaan memberikan laporan kepada raja dan semua laporan bentuk pujian dan sanjungan.
Para menteri semuanya mengatakan bahwa rakyat makmur sejahtera dan seluruh rakyat mencintai baginda Raja.
Raja tidak begitu yakin dgn laporan menterinya, dia ingin membuktikan sendiri kebenarannya. Apa memang semua rakyat mencintainya.

Akhirnya, seluruh rakyat dikumpulkan di alun2 kerajaan. Sang Raja ingin menguji kecintaan rakyat kepadanya.
Di tengah alun2 yang luas, disediakan berbagai macam hadiah, emas, permata, pakaian dan minuman. Raja berdiri sendiri di tengah alun2.
Raja berkata, "wahai rakyatku, aku dengar kalian semua mencintaiku. Karena itu, hari ini aku memberikan kalian hadiah banyak."
"ini semua adalah hartaku dan kalian boleh mengambil apapun yang ada ditengah alun2 ini".

Begitu selesai Raja berpidato, seluruh rakyat berlarian ketengah alun2 dan berebut hadiah yang disediakan raja.
Diantara rakyatnya yg banyak itu, ada seorang gadis yg hanya diam tidak mengambil apa2. Matanya tertuju kepada baginda raja.
Melihat itu, sang Raja memanggil gadis tsb dan berkata, "kenapa kamu tidak mau mengambil hadiah dariku?".
Sambil menangis si gadis berkata, "Tuanku, aku tidak memerlukan semua harta yg kau berikan, aku hanya mencintai dan merindukanmu semata".
"Harta yang kau berikan tidak akan bisa mengobati rasa rinduku padamu. Setiap malam aku memujamu dan mengharapkan perjumpaan ini".
Si gadis berkata, "melihat baginda saja sudah cukup bagiku, itu merupakan kebahagiaan yang tak ternilai".

Kemudian Raja memeluk si gadis dan kemudian menjadikannya menjadi Kekasih Hatinya.
Karena Raja sudah menjadi kekasihnya, tentu saja semua harta dan seluruh kerajaan juga menjadi miliknya.
Kisah ini untuk memudahkan kita semua memahami makna doa dari Rabi'ah al Adawiyah yang menolak karunia apapun di dunia dan akhirat.
Yang diinginkan bagi hati yang dilanda cintai Ilahi tidak lain ada kesempatan untuk terus bersama Sang Kakasih.
Keindahan Surga dan Kedahsyatan siksa neraka tidak mempengaruhi hubungannya dengan Tuhan.
Hubungan terbaik manusia dengan Tuhan adalah hubungan Cinta bukan hubungan penyembahan semata.

Ibadah yang dilakukan karena Cinta akan mendatangkan gairah yang luar biasa dan memberikan energi yang sangat hebat.
Seorang Guru Sufi berkata, "Tidak ada derita atas nama cinta".
Dengan demikian, segala hambatan untuk menggapai cinta akan dijalani dengan senang hati.

Itulah sebabnya Rabi'ah juga pernah berdo'a :
"Tuhan, andai aku menyembah-Mu karena mendambakan surga, maka tutuplah pintu surga itu ...
"Andai aku menyembah-Mu karena takut akan neraka, maka masukkan aku ke dalam neraka ..
"Tapi... bila sujudku pada-Mu karena Engkau semata, jangan Kau palingkah wajah-Mu, karena aku rindu akan keindahan wajah-Mu".

Untuk bisa mencapai tahap Cinta, tentu kita harus mengenal terlebih dulu, mengenal dengan baik agar tidak salah mencintai.

0 komentar:

Poskan Komentar